Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia – Bahasa menurut paham Harun Rasyid, Mansyur dan Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur yang artinya bebas penggunaannya sebagai tanda dari tujuan menyimpulkan sesuatu.

Bahasa menurut kamus terbesar dari Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) Epitome bahasa berarti sistem suara arbitary (relawan), yang digunakan di seluruh masyarakat atau anggota dunia untuk bergabung, menghubungkan, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk bicara yang baik, baik Perilaku sopan santun yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian bahasa , kita dapat menyimpulkan bahwa pemahaman bahasa merupakan nilai sosial budaya luhur sebagai simbol suara yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran dari sistem bahasa.

Ini menyoroti aspek-aspek berikut:

Bahasa adalah sistem Yaitu, bahasa tunduk pada aturan fonetik, fonemik dan tata bahasa tertentu. Dengan kata lain, bahasa tidak gratis tetapi tunduk pada aturan tertentu.

Sistem bahasa bersifat sukarela (arbitary). Sistem ini umumnya diterapkan, dan bahasa adalah aturan dasar. Misalnya: ada beberapa bahasa yang memulai kalimat dengan kata-kata seperti bahasa Inggris, dan ada bahasa yang memulai kalimat dengan kata kerja. Dan seseorang tidak bisa menolak aturan-aturan ini baik pertama maupun kedua. Oleh karena itu, tidak tunduk pada dialek tertentu.

Bahasa pada dasarnya adalah suara, dan manusia telah menggunakan bahasa lisan sebelum bahasa lisan ketika anak-anak belajar berdialog sebelum belajar menulis. Di dunia, banyak orang dapat berbicara secara lisan, tetapi tidak dapat menulisnya. Jadi, bahasa itu pada dasarnya adalah bahasa lisan (dialog), itu juga menulis bahasa kedua. Dengan kata lain, bahasa adalah kata dan tulisan adalah simbol bahasa.

Bahasa adalah simbol. Bahasa itu adalah simbol tertentu. sebagai kata rumah menggambarkan sifat sebuah rumah. Maka bahasa adalah simbol-simbol tertentu. Para pendengar atau pembaca mengumpulkan simbol atau simbol.

Definisi bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa kesatuan masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia diformalkan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya keesokan harinya, bersama dengan berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia adalah bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak jenis bahasa Melayu. Basis yang digunakan adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) pada abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan karena penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses standardisasi sejak awal abad kedua puluh. Mengangkat anak-anak muda Indonesia yang mereka janjikan dimulai sejak peluncurannya, pada tanggal 28 Oktober 1928, untuk menghindari pencetakan bahasa Melayu jika imperialisme tetap menjadi nama. Proses ini hari ini menyebabkan bahasa Indonesia yang berbeda dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau atau di Semenanjung Malaya. Sejauh ini, bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup, yang terus menciptakan kata-kata baru, baik melalui penciptaan dan penyerapan bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% penduduk Indonesia, bahasa Indonesia bukan bahasa ibu dari sebagian besar penuturnya. Sebagian besar orang Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa di Indonesia sebagai bahasa ibu mereka. Penutur bahasa Indonesia sering menggunakan tipe setiap hari (bahasa sehari-hari) dan / atau bercampur dengan dialek Malaysia lainnya atau dengan bahasa ibu mereka. Namun, Indonesia sangat luas digunakan di universitas-universitas, media, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sejauh bahwa hal itu dapat dikatakan bahwa Indonesia digunakan oleh semua warga negara Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa di Indonesia dianggap relatif mudah. Prinsip-prinsip dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari dalam beberapa minggu.

Indonesia adalah varian dari Melayu, bahasa Austronesia dari cabang bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara hanya dapat sejak abad-abad awal kencan modern.

Script pertama dalam bahasa Melayu atau Jawi terletak di pantai tenggara pulau Sumatera, menunjukkan bahwa bahasa ini menyebar ke berbagai lokasi di kepulauan daerah, berkat penggunaannya oleh Kerajaan Sriwi

Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi. Diantaranya, Fungsi-Fungsi tersebut terdiri dari :

1. Sebagai alat untuk mengungkapkan Ekspresi diri

Bahasa, dalam hal ini yaitu Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan Ekspresi diri dalam kehidupan sehari hari. Dengan bahasa, kita dapat mengungkapkan perasaan/ekspresi yang sedang kita rasakan atau hendak kita tunjukan kepada orang lain sehingga orang lain dapat mengerti apa yang kita maksudkan.

2. Sebagai alat Komunikasi

Dalam berkomunikasi alat yang paling sering/lazim digunakan adalah Bahasa. Dengan adanya bahasa, setiap orang dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi adalah kelanjutan dari ekspresi diri yang kita sampaikan kepada orang lain dan mendapatkan respon balik dari ekspresi yang kita sampaikan tersebut.

3. Sebagai Adaptasi & Integrasi

Dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, selain berkomunikasi kita dituntut untuk dapat berbaur & menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan disekitar kita. Dengan adanya bahasa, kita akan dapat dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitar kita atau lingkungan yang sedang kita datangi. Pada saat kita beradaptasi dengan lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi.

4. Sebagai Kontrol Sosial

Bahasa sebagai Kontrol Sosial ataupun sosial budaya luhur bangsa, dengan adanya bahasa dapat memberikan kontrol terhadap perilaku/tingkah laku/sikap yang dilakukan.

Misalnya:

Yang tidak patuh akan dihukum!!

Pemberitahuan tersebut dimaksudkan untuk dapat berhati-hati dalam melewati jalan tersebut karena kondisi jalan yang licin.

Kedudukan Bahasa Indonesia

Kedudukan Bahasa Indonesia terdiri dari :

1. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Lambang kebanggaan kebangsaan

Bahasa Indonesia mencerminkan nilai nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini , Bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan. Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional

Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya apabila masyarakat pemakainya/yang menggunakannya membina dan mengembangkannya sehingga bersih dari unsur unsur bahasa lain.

3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya

Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi/berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah, dan buadaya).

4). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara dan sebagai lambang kebangaan nasional:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan

Sebagai bahasa resmi kenegaraan , bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar didalam dunia pendidikan

Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga lembaga pendidikan mulai dari taman kanak kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia sebagai bahasa negara.

3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan

Bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya.

4). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bahasa Indonesia adalah satu satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memikili ciri ciri dan identitasnya sendiri ,yang membedakannya dari kebudayaan daerah.

Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada bertepatan pada tanggal 25-28 februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negeri, bahasa Indonesia befungsi sebagai

(1) bahasa resmi kenegaraan,

(2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,

(3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkatan nasional untuk kepentingan perencanaan dan penerapan pembangunan serta pemerintah, dan

(4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Penggunaan pertama yang meyakinkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaran yakni digunakannya bahasa Indonesia dan sebagai lambang kebanggaan nasional, dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam seluruh upacara, peristiwa, dan aktivitas kenegaraan baik dalam bentuk lisan ataupun tulis. Keputusan-keputusan, dokumen-dokumen, dan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato atas nama pemerintah ataupun dalam rangka menuanaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia.

Bahasa merupakan suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat indonesia yang beragam untuk saling berkomunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan adalah bahasa primer, sebaliknya bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder. Arbitrer ialah tidak adanya ikatan antara lambang bunyi dengan bendanya.

Leave a Comment